Bandar Judi Bola

Kondisi Memprihatinkan Dialami Bayi Sagan Al Fatih di Boyolali

Kondisi Memprihatinkan Dialami Bayi Sagan Al Fatih di Boyolali – Keadaan memprihatinkan dihadapi Sagan Al Fatih. Bayi yang sekarang berumur 6 bulan itu menderita kelainan jantung serta ginjal. Diluar itu pun tidak mempunyai anus.

“Kelainan jantung itu didapati sesudah operasi ke-2 (pembuatan anus). Selalu didapati pun ginjalnya alami kelainan pun,” kata sang ibunda, Anke Indah Mawarni, didapati di tempat tinggalnya, Jalan Garuda II no 6, Kampung Ranudimejan, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota, Rabu (13/2/2019).

Sagan adalah anak ke-2 dari pasangan Susanto serta Anke Indah Mawarni. Dilahirkan lewat operasi sesar di RS PKU Aisyah, Singkil, Boyolali Kota pada 7 Agustus 2018 kemarin.

Putranya itu lalu langsung dirujuk ke RSUP Suradji Tirtonegoro, Klaten. Disana, team dokter lakukan operasi untuk membikinkan anus bikinan.

Operasi pertama tuntas, Sagan selalu dirawat dari sana. Sesudah operasi ke-2, baru didapati bila Sagan pun menanggung derita kelainan jantung serta ginjal. Jantungnya bocor.

Sedang kelainan ginjal menyebabkan bila kencing, cuma beberapa air seni yang keluar serta beberapa kembali kembali pada ginjal. Karena itu, aliran kencing dipasang kateter supaya air kencing mengalir lancar. Akan tetapi, kateter mesti ditukar tiap-tiap dua minggu sekali.

Menurut Anke, sebab terdapatnya beberapa kelainan itu Sagan seringkali rewel. Bahkan juga, bila menangis kelamaan, tubuhnya jadi membiru sebab minimnya supply oksigen ke semua badan.

“(Untuk menanganinya) Saya diajari dokter supaya kakinya ditekuk sampai nempel dada, supaya oksigennya tidak turun ke kaki tetapi kembali pada atas,” tuturnya.

Disebutkan, untuk anus sesaat ini tidak ada permasalahan. Sekarang, penyembuhan akan konsentrasi ke jantung serta ginjalnya.

Sagan sekarang pun harus tetap teratur kontrol tiap-tiap dua minggu sekali di RSUP Suradji Tirtonegoro, Klaten. Disadari, untuk kontrol serta penyembuhan Sagan dibiayai BPJS. Akan tetapi, ada obat-obatan serta keperluan lainnya yang tidak terkover BPJS. Hingga orang tuanya harus juga keluar uang untuk beli obat-obatan itu.

Sekurang-kurangnya, tiap-tiap bulan keluarga ini mesti keluar cost seputar Rp 700.000 untuk keperluan beli obat-obatan serta keperluan lainnya buat Sagan. Seperti untuk beli obat jantung, salep anti iritasi, perban, kantung plastik untuk kotoran yang keluar dari anus.

Keinginan yang sama dikatakan Susanto, bapak bayi itu. Ia mengharap ada jalan supaya anaknya dapat selekasnya pulih. Ditambah lagi cost yang perlu dikeluarkan pun banyak. Sedang penghasilan dari usaha warung makan kecil-kecilan di tempat tinggalnya pun sedikit.

Agen Taruhan